Lelah,
kata itu mutlak adanya untuk kita para manusia. Bukan sekedar kata yang
mainstream namun kata yang mampu membawa kita menuju sebuah kekuatan. Kenapa
bisa begitu?
Seringkali
kita melakukan segala aktivitas dengan keteraturan, rutin dan selalu berulang.
Pernahkah lelah itu mampir pada diri kita saat aktivitas rutin itu kita
lakukan? Sebagian ada yang jawab pasti pernah dong, sebagian ada yang jawab ah
enggak juga. Jawaban yang cukup pro dan kontra kan, demikian itu terjadi karena
kita sendiri yang mengaturnya, ketika rutinitas itu berlangsung bagi kita yang
menikmatinya menjalankannya dengan penuh keluasan hati tanpa tekanan maka lelah
itu takkan mampir pada diri kita saat itu, namun sebaliknya ketika kita
melakukannya dengan penuh tekanan, paksaan, kesempitan hati (*nggrundel dan
kesusu) kita akan merasakan lelah dan pastinya kita kelelahan, baru separo
jalan aja bisa K.O .
Enggak
percaya? Monggo dibuktiin. Ini yang nulis sudah pernah ngalamin keduanya sih
jadi berani buat cerita gini. Jadi inget waktu diskusi siang tadi, katanya
setiap orang pasti berjuang. Bener sih termasuk berjuang dalam menepis rasa
berat hati tadi.namanya juga hidup kalo nggak berjuang ya nggak nyess dong.
Eh Sebentar
ada tambahan, ternyata lelah juga berasa pada perasaan ya, orang sering bilang
‘ aku lelah niiih‘ kelihatan banget kalo beban perasaannya udah numpuk. Hihihi
Tenang
yang kayak gini nggak akan bertahan lama kok asal kita bertekad buat nguatin
lagi perasaan kita. *entah dalam urusan apa saja deh.
Disadari
atau enggak lelah pasti pernah mampir pada diri kita, entah sengaja kita
ngundang atau nggak sengaja tapi faktanya memang begini.
Ya
pinter – pinter aja buat manage perasaan dan pola pikir. Sekuat – kuatnya
manusia mereka juga pernah kok berada pada fase ini, tapi kenyataannya mereka
bisa berdiri lagi bisa kuat lagi kan. So, back to your self guys. Your
confidents to rechange it be better for you. J






0 komentar:
Posting Komentar