Pages

Sabtu, 22 November 2014

Lelah


Lelah, kata itu mutlak adanya untuk kita para manusia. Bukan sekedar kata yang mainstream namun kata yang mampu membawa kita menuju sebuah kekuatan. Kenapa bisa begitu?
Seringkali kita melakukan segala aktivitas dengan keteraturan, rutin dan selalu berulang. Pernahkah lelah itu mampir pada diri kita saat aktivitas rutin itu kita lakukan? Sebagian ada yang jawab pasti pernah dong, sebagian ada yang jawab ah enggak juga. Jawaban yang cukup pro dan kontra kan, demikian itu terjadi karena kita sendiri yang mengaturnya, ketika rutinitas itu berlangsung bagi kita yang menikmatinya menjalankannya dengan penuh keluasan hati tanpa tekanan maka lelah itu takkan mampir pada diri kita saat itu, namun sebaliknya ketika kita melakukannya dengan penuh tekanan, paksaan, kesempitan hati (*nggrundel dan kesusu) kita akan merasakan lelah dan pastinya kita kelelahan, baru separo jalan aja bisa  K.O .
Enggak percaya? Monggo dibuktiin. Ini yang nulis sudah pernah ngalamin keduanya sih jadi berani buat cerita gini. Jadi inget waktu diskusi siang tadi, katanya setiap orang pasti berjuang. Bener sih termasuk berjuang dalam menepis rasa berat hati tadi.namanya juga hidup kalo nggak berjuang ya nggak nyess dong.
Eh Sebentar ada tambahan, ternyata lelah juga berasa pada perasaan ya, orang sering bilang ‘ aku lelah niiih‘ kelihatan banget kalo beban perasaannya udah numpuk. Hihihi
Tenang yang kayak gini nggak akan bertahan lama kok asal kita bertekad buat nguatin lagi perasaan kita. *entah dalam urusan apa saja deh.
Disadari atau enggak lelah pasti pernah mampir pada diri kita, entah sengaja kita ngundang atau nggak sengaja tapi faktanya memang begini.
Ya pinter – pinter aja buat manage perasaan dan pola pikir. Sekuat – kuatnya manusia mereka juga pernah kok berada pada fase ini, tapi kenyataannya mereka bisa berdiri lagi bisa kuat lagi kan. So, back to your self guys. Your confidents to rechange it be better for you. J