Pages

Jumat, 07 Juni 2013

Hijau --> Kelabu

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bagaimana kondisi kawan? Semoga tetap semangat dan tersenyum ya :)
Sepertinya malam ini terasa cerah, tak seperti hari biasanya yang setiap malam selalu ditemani butiran-butiran lembut air hujan. Sedikit tidak sengaja menikmati malam yang cerah ini dengan sebuah MP3 player lagu berputar berjudul kenangan terindah ‘bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu,kan kujadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku’ serangkaian kata itu membuatku berfikir dua makna, pertama makna lagu itu sendiri yg mengisahkan tentang sebuah kenangan terindah antara dua orang atau lebih, kedua bisa kita tafsirkan serangkaian kata itu bermakna cek berjumlah nominal besar yang tertulis untuk kita adalah pengorbanan nasib hidup yang terbaik oleh tumbuhan yang menghasilkan cek tersebut, kemudian indahnya tumbuhan, lebatnya tumbuhan dan manfaat tumbuhan itu sendiri bagi kita hanya menjadi sebuah kenangan terindah bagi kita dalam arti tumbuhan-tumbuhan itu kini telah tiada.
Basa-basi telah usai kini kita masuk pada topik pembahasan. Mengapa pada makna tadi disebutkan ‘tumbuhan-tumbuhan itu kini telah tiada?’. Karena fakta yang ada pada era saat ini memanglah seperti itu. Lihatlah berapa banyak hutan-hutan yang masih lebat dan belum terjamah oleh tangan-tangan jahat para pengusaha maupun yang lainnya. Bandingkan hutan-hutan kita yang dulu dengan yang sekarang. Apakah masih sama?Tidak!
Pernah suatu ketika aku pergi ke solo, mungkin sudah menjadi kebiasaanku sejak kecil saat bis yang kukendarai berjalan melewati daerah hutan-hutan yang rindang. Entah mengapa dulu aku sangat senang melihat daerah itu, terasa sejuk membayangkan banyaknya gas oksigen yang dihasilkan olehnya dan lebatnya dedaunan yang melindungi para manusia dari panasnya sinar matahari yang bersinar sangat terik. Selalu seperti itu hal yang terjamah di benakku saat melewati daerah itu. Sekitar satu tahun lalu aku melihat hutan-hutan itu masih terlihat rindang dan menyejukkan seperti itu. Bulan lalu aku kembali melewati daerah itu, perasaan kecewa menyelimuti hatiku. Terlihat beda dan sangat beda hutan-hutan itu, aku yang biasanya merasa senang melihatnya kini menjadi prihatin dan sangat menyayangkan akan hal itu. Tak terlihat lagi megahnya batang batang besar bak tiang di masjid besar, tak terlihat lagi lebatnya hijau dedaunan yang menyemai menghasilkan ribuan liter gas-gas oksigen untuk kita. Ulah siapa seperti itu?
Siapa lagi kalaiu bukan ulah para tangan-tangan jahat yang hanya mementingkan dirinya tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi nantinya,yaitu manusia itu sendiri. Apakah kita tega melihat tumbuhan-tumbuhan penghasil gas oksigen untuk kita menjadi minim dan sangat sedikit, apakah kita tega melihat alam kita yang semakin merasakan kerinduannya akan indahnya hijau-hijau daun yang lebat seperti dulu kala, apakah kita tega membiarkan hewan-hewan di dalam hutan kebingungan mencari tempat tinggal dan apakah kita tega melihat air-air berlari-lari tanpa henti karena tak ada lagi  akar-akar yang menopang sebagian darinya?
Jika kita memang menyadari dan kita peduli pasti kita merasakan semuaitu, ingat kawan kita sama dengan tumbuh-tumbuhan tersebut, yaitu makhluk ciptaan Allah. Mereka juga termasuk saudara kita namun berwujud lain, jika kita menyadarinya pasti kita bisa dan mau berusaha memperbaiki semuanya, mulai dari hal kecil dan daerah yang kecil semua akan menjadi besar dan bermakna untuk semuanya.lakukan perubahan mulai dari sekarang, lindungi dan perbaiki alam kita yang semakin merintih kesakitan karena ulah kita. Karena tangan-tangan perubahan kita sangatlah dibutuhkannya.

Sangat Berbeda!:c
























Lakukan Perubahan :)

Kembalikan Alam kita! :D



































Sekian,Wassalamu’alaikum Wr.Wb

*F.J.R



0 komentar:

Posting Komentar