Assalamu’alaikum Wr.Wb
Bagaimana kondisi kawan? Semoga tetap semangat dan tersenyum
ya :)
Sepertinya malam ini terasa cerah, tak seperti hari biasanya
yang setiap malam selalu ditemani butiran-butiran lembut air hujan. Sedikit
tidak sengaja menikmati malam yang cerah ini dengan sebuah MP3 player lagu berputar
berjudul kenangan terindah ‘bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik
untukmu,kan kujadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku’ serangkaian
kata itu membuatku berfikir dua makna, pertama makna lagu itu sendiri yg mengisahkan
tentang sebuah kenangan terindah antara dua orang atau lebih, kedua bisa kita
tafsirkan serangkaian kata itu bermakna cek berjumlah nominal besar yang
tertulis untuk kita adalah pengorbanan nasib hidup yang terbaik oleh tumbuhan
yang menghasilkan cek tersebut, kemudian indahnya tumbuhan, lebatnya tumbuhan
dan manfaat tumbuhan itu sendiri bagi kita hanya menjadi sebuah kenangan
terindah bagi kita dalam arti tumbuhan-tumbuhan itu kini telah tiada.
Basa-basi telah usai kini kita masuk pada topik pembahasan.
Mengapa pada makna tadi disebutkan ‘tumbuhan-tumbuhan itu kini telah tiada?’.
Karena fakta yang ada pada era saat ini memanglah seperti itu. Lihatlah berapa
banyak hutan-hutan yang masih lebat dan belum terjamah oleh tangan-tangan jahat
para pengusaha maupun yang lainnya. Bandingkan hutan-hutan kita yang dulu
dengan yang sekarang. Apakah masih sama?Tidak!
Pernah suatu ketika aku pergi ke solo, mungkin sudah menjadi
kebiasaanku sejak kecil saat bis yang kukendarai berjalan melewati daerah
hutan-hutan yang rindang. Entah mengapa dulu aku sangat senang melihat daerah
itu, terasa sejuk membayangkan banyaknya gas oksigen yang dihasilkan olehnya
dan lebatnya dedaunan yang melindungi para manusia dari panasnya sinar matahari
yang bersinar sangat terik. Selalu seperti itu hal yang terjamah di benakku
saat melewati daerah itu. Sekitar satu tahun lalu aku melihat hutan-hutan itu
masih terlihat rindang dan menyejukkan seperti itu. Bulan lalu aku kembali
melewati daerah itu, perasaan kecewa menyelimuti hatiku. Terlihat beda dan sangat
beda hutan-hutan itu, aku yang biasanya merasa senang melihatnya kini menjadi
prihatin dan sangat menyayangkan akan hal itu. Tak terlihat lagi megahnya
batang batang besar bak tiang di masjid besar, tak terlihat lagi lebatnya hijau
dedaunan yang menyemai menghasilkan ribuan liter gas-gas oksigen untuk kita.
Ulah siapa seperti itu?
Siapa lagi kalaiu bukan ulah para tangan-tangan jahat yang
hanya mementingkan dirinya tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi nantinya,yaitu
manusia itu sendiri. Apakah kita tega melihat tumbuhan-tumbuhan penghasil gas
oksigen untuk kita menjadi minim dan sangat sedikit, apakah kita tega melihat
alam kita yang semakin merasakan kerinduannya akan indahnya hijau-hijau daun
yang lebat seperti dulu kala, apakah kita tega membiarkan hewan-hewan di dalam
hutan kebingungan mencari tempat tinggal dan apakah kita tega melihat air-air
berlari-lari tanpa henti karena tak ada lagi akar-akar yang menopang sebagian darinya?
Jika kita memang menyadari dan kita peduli pasti kita
merasakan semuaitu, ingat kawan kita sama dengan tumbuh-tumbuhan tersebut,
yaitu makhluk ciptaan Allah. Mereka juga termasuk saudara kita namun berwujud
lain, jika kita menyadarinya pasti kita bisa dan mau berusaha memperbaiki
semuanya, mulai dari hal kecil dan daerah yang kecil semua akan menjadi besar
dan bermakna untuk semuanya.lakukan perubahan mulai dari sekarang, lindungi dan
perbaiki alam kita yang semakin merintih kesakitan karena ulah kita. Karena tangan-tangan
perubahan kita sangatlah dibutuhkannya.
 |
| Sangat Berbeda!:c |
 |
| Lakukan Perubahan :) |
 |
| Kembalikan Alam kita! :D |
|
|
|
|
Sekian,Wassalamu’alaikum Wr.Wb
*F.J.R